Pernyataan Privasi di Facebook Itu Hoax

Sudah lebih dari seminggu saya membaca beberapa postingan dari beberapa teman di Facebook mengenai pencegahan pelanggaran privasi, seperti ini.

Buat Teman2 Sosial media,
Direkomendasi oleh Pengacara Bpk M. Mahendra Maskur Sinaga, SH.,MH.,MHD (Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut). Saya juga setuju utk antisipasi.

 Pelanggaran Privasi dapat dituntut secara hukum.
Facebook saat ini adalah entitas publik. Semua pengguna FB harus membuat pernyataan seperti ini. Jika anda belum mengeluarkan pernyataan setidaknya satu kali, maka akan secara teknis bahwa anda mengizinkan penggunaan foto dan informasi di akun facebook:

“Dengan ini saya ……… menyatakan bahwa saya tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakan foto dan informasi di akun facebook saya dan digroup facebook ini ke media apapun.
Jika ada akun atas nama saya dan atau memakai foto di group facebook ini dan menggunakannya untuk menipu orang lain, maka saya tidak bertanggung jawab baik secara moril maupun materiil.
Saya juga tidak bertanggung jawab jika ada permintaan mentransfer dana atas nama akun facebook saya dan atas nama group facebook ini.
Kiranya hal ini bukan hanya berlaku untuk akun saya, tapi juga akun teman2 yang lain.”
Terima kasih

NB: Jangan di share tapi copy paste di wall masing2.

Postingan bernada serius di atas ini memancing keingintahuan saya, apakah benar seperti itu.

Apalagi setelah saya mencermatinya dalam berbagai postingan senada, pendahuluan postingan itu sudah bertambah variasinya dengan menuliskan nama Bpk M. Mahendra Maskur Sinaga, SH.,MH.,MHD (Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut) sebagai rekomendator. Wow.

Akhirnya setelah membaca beberapa referensi, kesimpulan saya ini postingan Hoax alias tipuan, menipu, berita palsu atau berita bohong.

Jika anda khawatir tentang privasi anda dan berpikir untuk memposting hal yang sama, saya sarankan jangan lakukan karena ini adalah salah satu hoax Facebook yang sudah menjadi viral dan dibuat untuk kesenangan para hoaker.

Menurut informasi dari The Telegraph, Viral ini dimulai sebelumnya di India lalu menjadi viral di Inggris pada tahun 2012. Postingan perdana di Inggris itu dituliskan seperti ini.

“Everything you’ve ever posted becomes public from tomorrow. Even messages that have been deleted or the photos not allowed. It costs nothing for a simple copy and paste, better safe than sorry. Channel 13 News talked about the change in Facebook’s privacy policy. I do not give Facebook or any entities associated with Facebook permission to use my pictures, information, messages or posts, both past and future.

With this statement, I give notice to Facebook it is strictly forbidden to disclose, copy, distribute, or take any other action against me based on this profile and/or its contents. The content of this profile is private and confidential information. The violation of privacy can be punished by law (UCC 1-308- 1 1 308-103 and the Rome Statute).

NOTE: Facebook is now a public entity. All members must post a note like this. If you prefer, you can copy and paste this version. If you do not publish a statement at least once it will be tactically allowing the use of your photos, as well as the information contained in the profile status updates. DO NOT SHARE. Copy and paste to be on the safe side”.

Informasi ini menjadi sangat mencurigakan karena postingan ini mengutip statuta Roma sebagai landasan hukum.

Padahal statuta Roma adalah peraturan hukum dari Mahkamah Internasional yang bicara tentang kejahatan perang dan genosida (pembunuhan masal).

Apa hubungannya dengan privasi di Facebook?. Sesuatu yang tidak masuk akal kan?.

Hal yang tidak masuk akal berikutnya adalah bagaimana bisa, saat kita mendaftar diri sebagai pengguna dan telah menyetujui segala ketentuan yang diatur ole Facebook, kita dapat membatalkannya hanya dengan sebuah postingan sederhana seperti di atas. Copy  Paste  lalu dilarang

Layaknya virus, Hoax ini menyebar dengan begitu cepatnya sejak tahun 2012 hingga 2015.

Oleh karen itu untuk mengatasi hoax yang menjadi viral ini, pihak Facebook akhirnya merasa perlu memberikan penjelasan resmi tentang hoax itu pada tahun 2016.

Leave a Reply